Social Icons

Showing posts with label Perikanan. Show all posts
Showing posts with label Perikanan. Show all posts

20 March 2013

PENGOBATAN IKAN MENGGUNAKAN GARAM


Banyak yang telah mengetahui manfaat garam dalam mengobati ikan yang terserang penyakit, khususnya disebabkan oleh parasit. Namun, yang perlu diperhatikan garam yang digunakan adalah garam ikan bukan garam dapur yang mempunyai kandungan iodium yang tinggi hal ini tidak baik untuk ikan, apalagi ikan yang sakit.
Meski menjadi obat yang efektif bagi ikan yang sakit, namun garam ikan bukanlah obat yang sebenarnya. Garam akan membantu menekan pertumbuhan dan perkembangan parasit yang merugikan bagi ikan sehingga ikan akan menjadi lebih sehat.

MENGAPA GARAM DAPAT MENGOBATI IKAN YANG SAKIT?
Pada dasarnya ikan memiliki konsentrasi garam sebesar 1% dalam tubuhnya, sedangkan air tawar biasanya memiliki konsentrasi garam sebesar 0,1%. Pada saat ikan berada didalam air akan terjadi gradien tekanan osmotik antara ikan dengan air sebagai lingkungannya. Melalui proses difusi ikan mengeluarkan garam dan masuknya air tawar. Dalam mempertahankan fungsi seluler yang tepat, ikan secara terus menerus harus mengganti kandungan garam yang hilang dan mengeluarkan kembali air tawar yang berlebih pada tubuhnya. Ini disebut proses Osmoregulasi, proses ini membutuhkan energi bagi ikan. Pada ikan yang sakit energi yang dikeluarkan ini akan mengakibatkan penurunan stamina ikan sehingga efeknya lebih rentan terhadap serangan parasit yang merugikan. Ketika dilakukan penambahan garam kedalam wadah pemeliharaan ikan, maka energy yang dikeluarkan untuk proses osmoregulasi lebih sedikit dikarenakan ikan tidak hanya mengeluarkan garam dalam upaya menyeimbangkan tekanan osmotik yang ada pada tubuh ikan dengan lingkungannya. Energi ikan lebih banyak tersimpan dan dapat digunakan untuk peningkatan antibodi dalam melawan serangan parasit.

BAGAIMANA TATACARA PENGOBATAN IKAN DENGAN MENGGUNAKAN GARAM?
Untuk pengobatan ikan dengan garam, ada baiknya tidak langsung memberikan garam dengan konsentrasi yang tinggi. Langkah terbaik adalah memberikan garam sedikit demi sedikit dan meningkatkan konsentrasinya secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.
Pada hari pertama dosis garam 0,5% dari volume air, dengan dosis kedua ditambahkan pada hari kedua untuk membawa konsentrasi sampai 1,0%. Biarkan kondisi ini selama satu minggu dan terus amati perkembangan kesehatan ikan. Jika kondisi ini tetap tidak membaik, ikan bisa dimandikan (bathing) dalam air garam dengan konsentrasi 2 % selama kurang lebih 30 menit.
Pengobatan dapat dilakukan pada kolam ataupun pada bak karantina, namun untuk efektifitas lebih baik dilakukan pada kolam/bak karantina. Kolam dikuras dan dikeringkan, ikan diobati dengan garam dan obat lain baru setelah sembuh dimasukkan kembali ke kolam. Kecuali jika untuk pencegahan, kolam bisa di bom dengan garam, misalnya setelah kemasukan air hujan.

HAL-HAL YANG PERLU DIWASPADAI DALAM PENGOBATAN PADA IKAN KOI MENGGUNAKAN GARAM
Meski pengobatan dengan garam adalah cara ampuh dan cukup efektif untuk ikan koi, namun ada hal-hal penting yang perlu diwaspadai antara lain:
  1. Jangan Menggunakan Malachite Green dan garam pada waktu bersamaan, ini tidak akan efektif bahkan berakibat negatif bagi ikan koi.
  2. Tutup bak karantina/kolam ikan koi dengan jaring halus. Pada saat pengobatan dengan pemberian garam, ikan koi cenderung suka melompat.
  3. Tambahkan Aerasi yang kuat pada saat pengobatan dengan garam.
  4. Jika koi kelihatan stress pada saat pengobatan dengan garam, segera kembalikan ke kolam/bak tanpa garam.

Terapi garam menjadi solusi efektif untuk mengobati penyakit pada ikan. Namun penting untuk diperhatikan beberapa kondisi yang justru berakibat negatif bagi ikan koi.

Sumber; http://www.centralkoi.com/
readmore...

11 March 2013

FITOPLANKTON MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL

Plankton, khususnya fitoplankton  merupakan salah satu produsen primer perairan dengan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup (ikan dan lainya). Selain itu, fitoplankton juga merupakan salah satu produsen primer didarat dengan menyumbangkan oksigen yang di hasilkan dari proses fotosintesis. Tercatat bahwa pohon produsen oksigen kedua dibumi dengan menyumbangkan oksigen sebesar 20%, dan untuk 80% sisanya dihasilkan dari hasil fotosintesis terumbu karang dan fitoplankton. Selain pohon, terumbu karang dan fitoplankton juga ikut andil mengurangi pemanasan global dengan memanfaatkan karbondioksida (CO2) untuk proses fotosintesis.
Selain itu, dengan berespirasi dengan menghasilkan oksigen dilaut yang menimbulkan gelembung-gelembung oksigen, kemudian gelembung udara tersebut pecah yang selanjutnya melepaskan oksigen tersebut ke udara. Dierdre Toole dari Institusi Oceanografi Woods Hole (WHOI) dan David Siegel dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB) keduanya merupakan para ilmuan yang melakukan penelitian mengenai fitoplankton dalam mengurangi proses pemanasan global.
Penelitian yang dibiayai oleh NASA tersebut mengungkapkan ketika matahari menyinari lautan, lapisan atas atau mixed layer laut (sekitar 25 meter dari permukaan laut) memanas, dan menyebabkan stratifikasi suhu yang cukup tinggi dengan lapisan laut di bawahnya (deep water). Lapisan atas dan bawah tersebut terpisah oleh lapisan thermocline dan tidak saling tercampur. Plankton hidup pada mixed layer, tapi nutrisi yang diperlukan oleh plankton terdapat lebih banyak di lapisan deep water. Karenanya, plankton mengalami malnutrisi.
Akibat kondisi malnutrisi ditambah dengan suhu air yang panas, plankton mengalami stress sehingga lebih rentan terhadap sinar ultraviolet yang dapat merusaknya. Karena rentan terhadap sinar ultraviolet, plankton melindungi diri dengan menghasilkan zat dimethyl sulfonio propionate (DMSP) yang berfungsi untuk menguatkan dinding sel mereka. Zat ini jika terurai ke air akan menjadi zat dimethyl sulfide (DMS). DMS kemudian terlepas dengan sendirinya dari permukaan laut ke udara. Di atmosfer, DMS bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk sejenis komponen sulfur. Komponen sulfur pada DMS kemudian saling melekat dan membentuk partikel kecil seperti debu. Partikel-partikel kecil tersebut kemudian memudahkan uap air dari laut untuk berkondensasi dan membentuk awan.
Jadi, secara tidak langsung, plankton membantu menciptakan awan. Awan yang terbentuk menyebabkan semakin sedikit sinar ultraviolet yang mencapai permukaan laut, sehingga plankton pun terbebas dari gangguan sinar ultraviolet. Awan yang disebabkan oleh plankton ini, dipercaya dapat memperlambat proses pemanasan bumi, serta memiliki efek besar tehadap iklim bumi. Namun, untuk membuktikan hal tersebut, masih harus dilakukan penelitian lanjutan yang seksama. Penelitian yang dilakukan di Laut Sargasso, lepas pantai Bermuda ini juga menemukan secara mengejutkan bahwa partikel DMS ini dapat terurai dengan sendirinya di udara setelah tiga sampai lima hari saja. Padahal, karbondioksida di udara, dapat bertahan hingga berpuluh-puluh tahun. Karena penguraian alamiah DMS sangat cepat, DMS tidak akan menimbulkan efek rumah kaca, tidak seperti karbondioksida.
Jadi, bersyukurlah karena mereka kita masih bisa menghirup udara dengan bebas untuk kelangsungan hidup. Lalu yang terpenting dan terutama, bersyukurlah karena Tuhan mu (Allah S.W.T) telah menciptakan mereka.
readmore...

04 March 2013

PENANGANAN KOI PERTAMA KALI TIBA



Dewasa ini, ikan Koi telah menjadi primadona bagi para pelaku hobis ikan hias. Memelihara Koi adalah hobi yang menyenangkan dan diyakini dapat mengurangi tingkat stress karena Koi adalah ikan yang pintar dan bisa diajarkan untuk makan dari tangan anda, Koi juga dapat mendengar serta akan merespon suara-suara terutama suara dari pemiliknya. Hal ini lah yang menjadi daya tarik para inshan perikanan untuk memelihara ikan Koi. Namun, ikan Koi merupakan ikan yang mudah stress, apalagi saat proses pengangkutan dari tempat asal menuju tempat kita. 
Berikut ini adalah beberapa tahapan memperlakukan Koi yang baru datang atau baru di beli, Koi yang baru wajib untuk kita karantina dulu walaupun ikan tersebut kelihatan sehat atau dari tempat yang sangat terpercaya sekalipun. Kebanyakan permasalahnya Koi akan mengalami stres ketika dalam perjalanan ini bisa dimungkinkan karena banyak faktor yang membuat koi stres selama dalam perjalanan salah satunya adalah perubahan suhu. ikan Koi yang baru tiba perlu di karantina terlebih dahulu, namun hal ini memerlukan bak karantina khusus. berikut ini tahapan karantina yang perlu dilakukan tanpa memerlukan bak karantina khusus:
  1. Bersihkan kolam yang akan digunakan, rendam peralatan yang akan digunakan pada pemeliharaan ikan Koi (filter, selang aerasi, batu aerasi dan lainnya) selama 1 hari.
  2. Selanjutnya, isi kolam atau akuarium dengan air bersih sambil di aerasi kuat selama 3 hari.
  3. Selanjutnya, set suhu air sesuai dengan suhu air didaerah asal ikan Koi.*
  4. Setelah ikan Koi sampai di tempat,masukan plastik packing yang ada ikannya kedalam bak kolam atau akuarium selama 30 menit, hal ini bertujuan untuk proses aklimitasi atau adaptasi suhu air di plastik packing dengan suhu pada kolam pemeliharaan yang akan digunakan.
  5. Selanjutnya, keluarkan ikan didalam plastik packing ke dalam kolam pemeliharaan secara perlahan (biarkan ikan keluar dengan sendirinya dari dalam plastik packing).
  6. Selanjutnya, puasakan ikan selama 2-3 hari.
  7. Pada hari ke-3, setelah ikan beradaptasi dengan air kolam pemeliharaan, langkah selanjutnya adalah menghilangkan parasit atau kutu ikan yang menyerang ikan Koi.*
  8. Selanjutnya, masukan garam ikan dengan konsentrasi 1 ppm, setelah dilakukan penambahan garam ikan, selanjutnya biarkan selama 2-3 hari.
  9. Kemudian, ganti air yang masih mengandung garam pada kolam secara bertahap setiap 2-3 hari sekali, mulai dari 20%, 40% dan 60%.


Catatan:

* biasanya ikan yang dikirim selalu dalam keadaan sehat, jadi alangkah baiknya ikan Koi yang baru sampai ditempat dipisahkan antara ikan yang terkena parasit atau kutu ikan dengan ikan yang sehat.
* turunkan suhu secara bertahap 2 derajat celcius per 3-5 hari hingga suhu sama dengan suhu kolam sekarang. Hal ini bertujuan untuk proses aklimitasi suhu air tehadap ikan.

readmore...

13 April 2012

PERTANYAAN GOKIL SEPUTAR PERIKANAN

Kenapa ikan yang telah diuntik dengan hormon ovaprim, HCG atau hipofisa, perut ikan tersebut mengembang atau bertambah besar.?
Karena hormon tersebut akan menyebabkan gonad yang berada didalam perut ikan mengembang.

Kenapa telur yang dikeluarkan secara paksa (si belah perutnya)  tanpa melalui proses ovulasi, telur tersebut tidak akan dibuahi oleh sperma.?
Karena telur yang dikeluarkan secara paksa mikrofil telurnya masih ditutupi polikel telur.

Bagaimana cara membedakan telur yang belum siap ovulasi atau yang dikeluarkan secara paksa dengan telur yang keluar melalui proses ovulasi.?
Telur yang belum siap ovulasi atau dikeluarkan secara terpaksa maka masing-masing telurnya lengket antara 1 dengan yang lainnya walaupun telah diberi larutan NaCl fisiologis dengan kadar garam 0,9%.

Kenapa ikan yang akan dipijahakan secara alami atau semi alami, bagian tubuhnya tidak boleh cacat, terutama bagian sirip dada dan ekor.?
Karena sirip dada dan ekor berfungsi untuk mengipas-ngipas telur yang telah di keluarkan indukan tersebar dan menempel dikakaban.

Kenapa sebelum proses pemijahan harus dilakukan pengeringan kolam, kolam tersebut harus dikeringkan samapai permukaan dasar kolam retak-retak.?
Karena selain untuk mengistirahatkan lahan kolam, membasmi hama penyakit atau menghilangkan senyawa dan gas-gas beracun. Ternyata Retak-retak pada dasar kolam ketika di isi air akan mengeluarkan tercium bau tanah yang mengandung zat feronom. zat ini dapat memicu petrichor (merangsang pengeluaran hormon pemijahan).
readmore...

SEJARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERIKANAN DAN KELAUTAN


Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumberdaya perikanan yang melimpah untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sejak zaman kerajaan Hindhu-Budha di Indonesia, banyak kerajaan-kerajaan yang sudah menyadari  manfaat dari sumberdaya perikanan, baik hanya sekedar memanfaatkan laut sebagai jalur perdagangan maupun sebagai mata pencaharian (penangkapan ikan). Namun, dengan melimpahnya sumberdaya perikanan Indonesia, hal ini tidak serta merta menjamin kesejahteraan penduduk Indonesia. Dalam mencermati pembangunan  Indonesia selama ini, secara empiris pembangunan kelautan dan perikanan kurang mendapat  perhatian dan  selalu diposisikan sebagai pinggiran dalam pembangunan ekonomi nasional. Kondisi ini sangat ironis, mengingat hampir  70% wilayah Indonesia merupakan lautan yang mempunyai potensi ekonomi yang sangat besar, sehingga negara Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia atau  “ The largest archipelago country in the world”. Melihat hal tersebut, berbagai kebijakan perikanan dan kelautan pun terus berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Lengkapnya bisa di download Di dieu Gan.

readmore...

13 January 2012

PEMIJAHAN IKAN PATIN SIAM

A.  Persiapan Kolam Pemeliharaan Induk
Persiapan kolam pemeliharaan induk meliputi pengangkatan lumpur dan pengeringan dasar kolam. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kualitas tanah akibat pengendapan bahan organik dari ikan maupun dari sumber air.  Pengangkatan lumpur kolam tujuannya untuk membuang gas-gas beracun, seperti ammonia dan hidrogen sulfida (H2S). untuk mengurangi bahan organik di dasar kolam trsebut lapisan tanah dasar kolam yang berwarna hitam dicangkul sedalam 5-10 cm. lumpur tersebut diangkat kemudian dipindahkan dari lahan kolam pemeliharaan.
Pengeringan dasar kolam selain untuk mengistirahatkan lahan juga bertujuan untuk membasmi hama penyakit, menghilangkan senyawa atau gas-gas beracun, mempercepat proses mineralisasi dari sisa bahan organik dan memperbaiki struktur tanah menjadi gembur sehingga aerasi dalam tanah menjadi baik. Proses pengeringan dan penjemuran dasar kolam dilakukan selama 3-7 hari tergantung kondisi cuaca dan keadaan tanah. Pengeringan koalam dianggap selesia jika tanah dasar kolam menjadi retak-retak.
Kolam yang digunakan untuk pemeliharaan induk adalah kolam beton, berbentuk persegi panjang dengan luas kolam 200 m2, kedalaman air berkisar 100-125 cm dengan padat tebar 2 ekor/m2. Sedangkan Keramba Jaring Apung (KJA) konstruksi terbuat dari kerangka bambu, kayu dan besi.  Ukuran 4 m x 4 m x 4 m, jaring terbuat dari polyethyline. Ukuran mata jaring 1 inchi dengan padat tebar 3 ekor/m3. Sirkulasi air secara kontinyu dengan debit lebih kurang 0,5 liter/detik.
B.  Seleksi Induk
Induk ikan patin yang akan dipijahkan diseleksi terlebih dahulu untuk memilih indukkan ikan patin jantan dan ikan patin betina yang siap dipijahkan. Seleksi induk dilakukan dengan menangkap induk menggunakan jaring (mesh size ± 10 cm) yang dilakukan secara hati-hatiagar indukan ikan patin siam tidak mengalami stress atau luka, karena hal ini dapat mempengaruhi kondisi induk.
a.    Ciri-ciri indukan patin siam jantan yang siap dipijahkan:
  • Umur diatas 1,5 tahun
  • Kulit perut lembek dan tipis
  • Bila bagin perut diurut kearah kelamin keluar cairan putih (sperma) yang kental
b.    Ciri-ciri indukan patin siam betina yang siap dipijahkan:
  • Umur diatas 2 tahun
  • Perut membesar kearah anus
  • Lubang urogenital membengkak dan berwarna merah
  • Bila dilakukan kanulasi menggunakan kateter, maka telurnya kental, berbentuk bundar dengan ukuran yang seragam.

Pemeriksaan morfologi luar sulit untuk menentukan tingkat kematang gonad secara pasti terutama pada induk ikan patin siam betina. Secara fisik ikan patin tidak memperlihatkan karakteristik eksternal yang jelas, sehingga tidak mudah membedakan induk patin jantan dan betina, apalagi menentukan tingkat kematangan gonadnya (Khairuman, 2007). Tingkat kematangan gonad induk patin siam betina dapat dilakukan dengan pemeriksaan oosit (sel telur) dengan cara kanulasi. Kanulasi  dilakukan menggunakan kateter.



Untuk penjelasan lebih lengkapnya dapat di download disini



readmore...

30 November 2011

ONTOGENI

Ontogeni adalah pertumbuhan atau perkembangan danau baik alami maupun buatan, dari mulai danau tersebut terbentuk, mengalami proses eutrifikasi dan selanjutnya berubah menjadi ekosistem terrestrial melalui beberapa stadia pertumbuhan. Eutrifikasi adalah meningkatnya nutrient perairan baik organic maupun anorganik yang merupakan prose salami ataupun ada campur tangan manusia (limbah domestik, limbah industri maupun peternakan) yang berlangsung selama ratusan sampai jutaan tahun.

·      Kenapa eutrifikasi dapat mematikan danau?
Karena ketika nitrat, posfat dan bahan lainnya masuk kedalam suatu perairan , yang kemudian dimanfaatkan oleh produsen primer dan produsen sekunder. produsen primer dan sekunder akan mengalami kematian atau setling sehingga mengalami pendangkalan akibat sedimentasi didasar perairan. siklus itu akan berlangsung selama ratusan bahkan jutaan tahun dan lama kelamaan danau tersebut akan mati dan menjadi daratan.
·      Kenapa stelah danau mati, di daerah yang dulunya bekas danau, banyak terdapat posfat?
Karena didalam tubuh produsen primer dan sekunder, tubuhnya banyak mengandung protein, protein tersusun dari nitrat dan posfat. Nitrat secara alami dibebaskan ke udara, hal ini untuk menjaga keseimbangan jumlah gas nitrogen antara di udara dan di perairan.sedangkan posfat yang memang bersifat mengendap akan tetap berada didasar perairan.
readmore...

23 January 2011

Lele Gila Pemakan Manusia


Seekor ikan sejenis lele diduga telah bermutasi secara genetik menjadi berukuran sangat besar dan mengerikan. Ikan ini kini menjadi obyek penelitian para ilmuwan di Nepal dan India. Mereka khawatir ikan itu sudah membunuh beberapa orang setelah ‘merasakan’ mayat manusia. Lele raksasa ini, biasanya disebut goonch, diduga tumbuh besar setelah mendapat makanan mayat-mayat manusia yang dibuang di sungai Great Kali, sungai di perbatasan Nepal-India, tempat ikan itu ditangkap. Ikan yang telah bermutasi itu kini sedang dalam penyelidikan ahli biologi Jeremy Wade. Wade meneliti ikan lele raksasa itu untuk acara televisi dan akan ditayangkan stasiun televisi Five dalam waktu dekat.
“Penduduk lokal mengatakan kepada saya suatu teori bahwa monster ini telah tumbuh luar biasa besar karena makan sisa pembakaran mayat. Mungkin mereka merasakan nikmatnya daging manusia setelah memakan sisa-sisa mayat itu” ungkap Wade.
“Kemungkinan ada beberapa lele yang tumbuh lebih besar daripada yang lain dan jika Anda memberikan makanan lebih banyak lagi, maka mereka pasti juga akan tumbuh lebih besar lagi” katanya.
Awalnya, Wade mengira bahwa buayalah yang memakan sisa-sisa mayat tersebut. Namun, teori itu berubah setelah dia mengalihkan perhatian pada goonch, salah satu jenis ikan air tawar terbesar di dunia. Dia lantas menangkap seekor di antaranya yang diperkirakan berbobot 55 kg dengan panjang hampir 2 meter. Berat dan ukuran ini bisa disebut rekor dunia karena jauh lebih berat dan lebih besar dari ikan-ikan lele yang pernah tertangkap sebelumnya. “Jika ikan ini menangkapmu, kamu tak akan bisa lolos”, sahutnya.
Selama bertahun-tahun, penduduk di sepanjang Great Kali yakini ada monster menakutkan yang bersembunyi di sungai yang mengalir di perbatasan India-Nepal ini. Hanya saja, mereka menganggap monster ini selalu bergerak di sepanjang aliran sungai dan mengincar orang-orang yang mandi di sungai itu. Tahun lalu, remaja 18 tahun dari Nepal hilang setelah diseret ke dalam sungai oleh sesuatu yang digambarkan sebagai ‘babi yang bentuknya panjang’.
Korban pertama serangan goonch ini diperkirakan seorang pemuda berusia 17 tahun yang juga berasal dari Nepal. Dia tewas setelah mandi di sungai itu, April 1988 silam. Para saksi mata mengatakan, mereka menyaksikan pemuda itu seperti ditarik oleh sesuatu yang kuat ke dalam sungai. Tiga bulan setelah kejadian itu, seorang anak kecil diseret ke dalam air, sementara ayahnya hanya bisa melihat tak berdaya

Great Kali Gandaki River adalah sebuah sungai yang berada di perbatasan antara India dan Nepal. Alirannya bersumber dari sumber air di Pegunungan Himalaya di ketinggian 3600 mdpl. Keindahan sungai ini sudah tak perlu diragukan lagi. Sayangnya suatu Legenda menakutkan tentang monster pemakan manusia, menghantui desa-desa yang berada di kawasan ini. Membuat penduduk enggan mandi ataupun bermain di sekitar sungai itu.
Kejadian pertama yang mengawali teror ganas dari mahluk penghuni sungai itu terjadi pada bulan April tahun 1988. Seorang pemuda Nepal ketika baru saja masuk ke dalam sungai, langsung ditarik oleh “sesuatu” dan lenyap begitu saja. Tiga bulan berselang, seorang anak laki-laki yang sedang mandi di Sungai Kali bersama ayahnya, tiba-tiba di serang dan di seret kedalam air. Si ayah hanya bisa berteriak dan tak dapat melakukan apa-apa.
Setelah itu, kejadian seperti ini terjadi berulang kali hingga menghantui para penduduk yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kali. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, laporan tentang hilangnya penduduk yang mandi di Sungai Kali semakin meningkat. Penduduk bingung dan mulai berargumentasi tentang jenis mahluk yang tinggal di situ. Beberapa penduduk percaya ada sekumpulan buaya yang hidup di sungai itu. Namun setelah diselidiki, ternyata tidak ada komunitas buaya yang hidup di daerah itu.
Terakhir, pada tahun 2007, seorang pemuda Nepal berumur 18 tahun yang sedang berenang di sungai itu ditarik oleh monster misterius dan lenyap begitu saja dari permukaan air. Menurut saksi mata yang menyaksikan kejadian itu, bentuk monster itu seperti babi berukuran sangat besar.
Goonch Fish, Lele Kanibal
Rasa penasaran penduduk akhirnya terjawab ketika seorang ahli biologist dari Inggris bernama Jeremy Wade melakukan penelitian di Sungai Kali dan menemukan jawaban yang mengejutkan.
goonch03
Wade menemukan kenyataan bahwa monster pemakan manusia itu ternyata adalah sejenis ikan lele raksasa (Giant Cat Fish) yang telah mengalami perubahan DNA karena sering memakan mayat yang dihanyutkan ke sungai setelah terlebih dahulu dibakar dalam acara ritual pemakaman tradisional masyarakat setempat yang dikenal dengan nama Ritual Bagmati.
“Ikan jenis ini merupakan jenis ikan endemis sungai ini. Namun, karena telah puluhan tahun menyantap daging mayat yang dihanyutkan melalui sungai, ikan ini berubah secara genetik menjadi jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya. Mereka menjadi ketagihan, dan mulai menjadikan daging manusia menjadi menu utama. Jadi jika lama tidak ada ritual pemakaman, ikan ini menjadi ganas dan menyerang manusia,” Wade menjelaskan.
Dalam penelitiannya, Jeremy Wade juga berhasil menangkap seekor ikan lele pemangsa daging manusia dengan ukuran 1,8 meter dan berat berkisar 73 kilogram. Menurut Wade jika ikan dengan ukuran sebesar itu ketika menyerang manusia di dalam air, maka sedikit sekali kemungkinan korbannya untuk menyelamatkan diri. Wade lalu menamakan ikan lele raksasa itu dengan nama Goonch Fish.
Perjalanan penelitian Jeremy Wade saat menyelidiki ikan lele pemakan manusia di Sungai Kali Dakali telah di dokumentasikan dan akan ditayangkan perdana pada tanggal 21 Oktober nanti di salah satu stasiun televisi Inggris (Channel 5) dengan judul “Monster Air Pemakan Daging Manusia”.
Pemangsa dari Huadu’s Furong
Bukan hanya di Sungai Mekong saja terdapat jenis ikan lele raksasa. Baru-baru ini di Waduk Huadu’s Furong-China, terjadi kegemparan. Selama ini, dalam setahun selalu saja terjadi beberapa kasus orang tenggelam dan hilang secara misterius di waduk itu.
Namun akhirnya misteri itu terjawab sudah. Penduduk setempat berhasil menangkap seekor ikan lele raksasa yang ukuran panjang badannya mencapai 3 meter dan lebar kepala berkisar 1 meter. Gilanya lagi, ketika masyarakat membelah perut ikan itu, mereka menemukan “sisa-sisa” seorang lelaki di dalam tubuh ikan itu..
Namun karena pemerintah lokal khawatir insiden ini akan berdampak pada kepariwisataan daerah itu, mereka berusaha keras agar peristiwa itu tidak terpublikasi secara luas. Tapi beberapa turis sempat datang dan mengabadikan gambar ikan lele pemangsa manusia dengan ponsel mereka.
Beberapa kalangan beranggapan ikan ini adalah ikan jenis Waking Catfish atau clarius batrachus (ikan lele berjalan). Namun belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana mungkin ikan lele yang berukuran centimeter bisa menjadi begitu besar.
Saat ini masyarakat lokal maupun turis asing tidak diperbolehkan berenang di Waduk Huadu’s Furong. Orang banyak memperkirakan masih ada ikan sejenis yang hidup di waduk itu, siap memangsa orang yang berenang di situ.
Raksasa Sungai Mekong
Sungai Mekong yang merupakan salah satu sungai utama di dunia banyak menyimpan berbagai jenis ikan-ikan raksasa. Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang ke-12 di dunia, dan ke-10 terbesar dalam volume (melepas 475km³ air setiap tahunnya), dia mengisi wilayah seluas 795.000 km² dari Tibet dia mengalir melalui China provinsi Yunnan, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Semua kecuali China dan Myanmar masuk kedalam Komisi Sungai Mekong. Karena variasi musim yang sangat berbeda dalam aliran dan adanya “rapid” dan air terjun membuat navigasi sangat sulit.
Menurut para peneliti, sungai ini adalah rumah dari berbagai jenis ikan raksasa air tawar. Yang paling terkenal adalah Mekong Giant Cat Fish. Jenis ikan lele raksasa ini memang hidup disepanjang aliran Sungai Mekong yang melintasi beberapa negara di Asia tersebut.
Pada tahun 2005, seorang nelayan Muangthai menangkap ikan lele raksasa sebesar beruang Grizzly di Sungai Mekong. Ukuran ikan ini berkisar 2,7 Meter dengan berat mencapai 646 pon.
Memang penangkapan ikan lele berukuran raksasa di Sungai Mekong bukanlah hal yang aneh. Sudah berulang kali nelayan setempat mendapatkan ikan lele berukuran raksasa di sungai itu. Namun sepertinya belum ada yang menyamai ukuran ikan lele yang ditangkap nelayan Muangthai tersebut.
Bukan Pemangsa
Berbeda dengan kasus di Sungai Kali di Nepal dan Waduk Huadu’s Forung di China, tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa ikan lele raksasa di Sungai Mekong adalah pemangsa manusia.
IUCN (International Union for Conservation of Nature), sebuah badan dunia yang bergerak di bidang konservasi sumberdaya alam telah menyimpan dan memasukkan data keberadaan ikan lele raksasa dari Sungai Mekong sebagai jenis satwa air yang langka dan menuju kepunahan. Jenis ikan lele raksasa ini, juga telah menarik perhatian WWF (Worl Wildlife Fund) dan National Geografic Society. Kedua organisasi ini sedang bersama-sama menyusun rencana perlindungan terhadap jenis ikan itu.
Memang menakutkan jika kita membayangkan keberadaan raksasa-raksasa air tawar pemangsa daging manusia tersebut. Kita sekarang tentu akan menjadi was-was jika berenang di sungai maupun danau air tawar. Namun pertanyaannya adalah bagaimana mereka bisa menjadi kanibal dan doyan makan manusia. Apakah mereka yang mengganggu manusia, atau malah manusia yang mengusik habitat mereka..?
readmore...