Social Icons

30 November 2011

ONTOGENI

Ontogeni adalah pertumbuhan atau perkembangan danau baik alami maupun buatan, dari mulai danau tersebut terbentuk, mengalami proses eutrifikasi dan selanjutnya berubah menjadi ekosistem terrestrial melalui beberapa stadia pertumbuhan. Eutrifikasi adalah meningkatnya nutrient perairan baik organic maupun anorganik yang merupakan prose salami ataupun ada campur tangan manusia (limbah domestik, limbah industri maupun peternakan) yang berlangsung selama ratusan sampai jutaan tahun.

·      Kenapa eutrifikasi dapat mematikan danau?
Karena ketika nitrat, posfat dan bahan lainnya masuk kedalam suatu perairan , yang kemudian dimanfaatkan oleh produsen primer dan produsen sekunder. produsen primer dan sekunder akan mengalami kematian atau setling sehingga mengalami pendangkalan akibat sedimentasi didasar perairan. siklus itu akan berlangsung selama ratusan bahkan jutaan tahun dan lama kelamaan danau tersebut akan mati dan menjadi daratan.
·      Kenapa stelah danau mati, di daerah yang dulunya bekas danau, banyak terdapat posfat?
Karena didalam tubuh produsen primer dan sekunder, tubuhnya banyak mengandung protein, protein tersusun dari nitrat dan posfat. Nitrat secara alami dibebaskan ke udara, hal ini untuk menjaga keseimbangan jumlah gas nitrogen antara di udara dan di perairan.sedangkan posfat yang memang bersifat mengendap akan tetap berada didasar perairan.
readmore...

11 February 2011

Proker BPM

BADAN PERWAKILAN MAHASISWA
KELUARGA MAHASISWA
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Jl. Raya Bandung –Sumedang, Km 21, Gedung 4 Lt. 3 – Jawa Barat 45363

PROGRAM KERJA
BPM KEMA FPIK UNPAD
KOMISI III
PERIODE 2010-2011
No
Kegiatan
Deskripsi
Tujuan
Waktu Pelaksanaan
Estimasi Dana
PJ
1
Penetapan standar baku penulisan proker, progress report dan penulisan LPJ BEM Kema FPIK UNPAD
Menetapkan standar baku untuk penulisan program kerja, progress report untuk kegiatan yang telah dilaksanakan selama 3 bulan dan penulisan LPJ kegiatan BEM
Menyamakan penulisan program kerja, progress report dan LPJ kegiatan BEM di tiap departemen
-
-
-
2
Pembuatan Surat keputusan KKM FPIK yg sedang masa percobaan
Membuat surat keputusan KKM baru FPIK UNPAD yang sudah selesai pada masa percobaan
Mengesahkan KKM FPIK UNPAD periode 2010-2011
-
-
-
3
Aspirasi mahasiswa
Menyerap dan menampung aspirasi mahasiswa melalui:
·  Buku aspirasi
·  Kotak aspirasi
·  Stand aspirasi
Sebagai penghubung mahasiswa dengan BPM Kema FPIK UNPAD, dalam menampung pengaduan  permasalahan, serta menampunga aspirasi yang ada di mahasiswa
-
-
-
4
Poling mahasiswa
Polling ini berkaitan dengan masalah-masalah yang berkembang di mahasiswa, adapun poling yang akan dilaksanakan, diantaranya:
·  Poling SBA
·  Poling dekanat
·  Poling program studi
Mengetahui seberapa jauh mahasiswa FPIK mengenal terkait (SBA, dekanat dan program studi) mengenai fungsi dan wewenangnya.
-
-
-
6
Mengadakan forum
Membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kemahasiswaan, akademik dan keuangan. Adapun forum yang akan dilaksanakan, diantaranya:
·  Forum SBA
·  Forum dekanat
·  Forum mahasiswa
menjalin silaturahmi dan sharing informasi antara BPM, mahasiswa serta pihak terkait
-
-
-
7
Publikasi beasiswa
Bekerja sama dengan BEM (advokasi dan kesma) dalam mengoptimalkan informasi beeasiswa
Memberi informasi terbaru mengenai beasiswa kepada mahasiswa FPIK UNPAD
-
-
-
8
Rapat internal komisi III
Melakukan rapat internal antar anggota BPM
Membahas mengenai agenda kerja sesuai program kerja
-
-
-

Catatan: waktu pelaksanaan, estimasi biaya, serta PJ belum disesuaikan.

Apabila ada kritik dan saran buat di jadikan proker berhubungan dengan komisi III, hubungi: 08562124842 (Muhammad Alpanda).
readmore...

23 January 2011

Lele Gila Pemakan Manusia


Seekor ikan sejenis lele diduga telah bermutasi secara genetik menjadi berukuran sangat besar dan mengerikan. Ikan ini kini menjadi obyek penelitian para ilmuwan di Nepal dan India. Mereka khawatir ikan itu sudah membunuh beberapa orang setelah ‘merasakan’ mayat manusia. Lele raksasa ini, biasanya disebut goonch, diduga tumbuh besar setelah mendapat makanan mayat-mayat manusia yang dibuang di sungai Great Kali, sungai di perbatasan Nepal-India, tempat ikan itu ditangkap. Ikan yang telah bermutasi itu kini sedang dalam penyelidikan ahli biologi Jeremy Wade. Wade meneliti ikan lele raksasa itu untuk acara televisi dan akan ditayangkan stasiun televisi Five dalam waktu dekat.
“Penduduk lokal mengatakan kepada saya suatu teori bahwa monster ini telah tumbuh luar biasa besar karena makan sisa pembakaran mayat. Mungkin mereka merasakan nikmatnya daging manusia setelah memakan sisa-sisa mayat itu” ungkap Wade.
“Kemungkinan ada beberapa lele yang tumbuh lebih besar daripada yang lain dan jika Anda memberikan makanan lebih banyak lagi, maka mereka pasti juga akan tumbuh lebih besar lagi” katanya.
Awalnya, Wade mengira bahwa buayalah yang memakan sisa-sisa mayat tersebut. Namun, teori itu berubah setelah dia mengalihkan perhatian pada goonch, salah satu jenis ikan air tawar terbesar di dunia. Dia lantas menangkap seekor di antaranya yang diperkirakan berbobot 55 kg dengan panjang hampir 2 meter. Berat dan ukuran ini bisa disebut rekor dunia karena jauh lebih berat dan lebih besar dari ikan-ikan lele yang pernah tertangkap sebelumnya. “Jika ikan ini menangkapmu, kamu tak akan bisa lolos”, sahutnya.
Selama bertahun-tahun, penduduk di sepanjang Great Kali yakini ada monster menakutkan yang bersembunyi di sungai yang mengalir di perbatasan India-Nepal ini. Hanya saja, mereka menganggap monster ini selalu bergerak di sepanjang aliran sungai dan mengincar orang-orang yang mandi di sungai itu. Tahun lalu, remaja 18 tahun dari Nepal hilang setelah diseret ke dalam sungai oleh sesuatu yang digambarkan sebagai ‘babi yang bentuknya panjang’.
Korban pertama serangan goonch ini diperkirakan seorang pemuda berusia 17 tahun yang juga berasal dari Nepal. Dia tewas setelah mandi di sungai itu, April 1988 silam. Para saksi mata mengatakan, mereka menyaksikan pemuda itu seperti ditarik oleh sesuatu yang kuat ke dalam sungai. Tiga bulan setelah kejadian itu, seorang anak kecil diseret ke dalam air, sementara ayahnya hanya bisa melihat tak berdaya

Great Kali Gandaki River adalah sebuah sungai yang berada di perbatasan antara India dan Nepal. Alirannya bersumber dari sumber air di Pegunungan Himalaya di ketinggian 3600 mdpl. Keindahan sungai ini sudah tak perlu diragukan lagi. Sayangnya suatu Legenda menakutkan tentang monster pemakan manusia, menghantui desa-desa yang berada di kawasan ini. Membuat penduduk enggan mandi ataupun bermain di sekitar sungai itu.
Kejadian pertama yang mengawali teror ganas dari mahluk penghuni sungai itu terjadi pada bulan April tahun 1988. Seorang pemuda Nepal ketika baru saja masuk ke dalam sungai, langsung ditarik oleh “sesuatu” dan lenyap begitu saja. Tiga bulan berselang, seorang anak laki-laki yang sedang mandi di Sungai Kali bersama ayahnya, tiba-tiba di serang dan di seret kedalam air. Si ayah hanya bisa berteriak dan tak dapat melakukan apa-apa.
Setelah itu, kejadian seperti ini terjadi berulang kali hingga menghantui para penduduk yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kali. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, laporan tentang hilangnya penduduk yang mandi di Sungai Kali semakin meningkat. Penduduk bingung dan mulai berargumentasi tentang jenis mahluk yang tinggal di situ. Beberapa penduduk percaya ada sekumpulan buaya yang hidup di sungai itu. Namun setelah diselidiki, ternyata tidak ada komunitas buaya yang hidup di daerah itu.
Terakhir, pada tahun 2007, seorang pemuda Nepal berumur 18 tahun yang sedang berenang di sungai itu ditarik oleh monster misterius dan lenyap begitu saja dari permukaan air. Menurut saksi mata yang menyaksikan kejadian itu, bentuk monster itu seperti babi berukuran sangat besar.
Goonch Fish, Lele Kanibal
Rasa penasaran penduduk akhirnya terjawab ketika seorang ahli biologist dari Inggris bernama Jeremy Wade melakukan penelitian di Sungai Kali dan menemukan jawaban yang mengejutkan.
goonch03
Wade menemukan kenyataan bahwa monster pemakan manusia itu ternyata adalah sejenis ikan lele raksasa (Giant Cat Fish) yang telah mengalami perubahan DNA karena sering memakan mayat yang dihanyutkan ke sungai setelah terlebih dahulu dibakar dalam acara ritual pemakaman tradisional masyarakat setempat yang dikenal dengan nama Ritual Bagmati.
“Ikan jenis ini merupakan jenis ikan endemis sungai ini. Namun, karena telah puluhan tahun menyantap daging mayat yang dihanyutkan melalui sungai, ikan ini berubah secara genetik menjadi jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya. Mereka menjadi ketagihan, dan mulai menjadikan daging manusia menjadi menu utama. Jadi jika lama tidak ada ritual pemakaman, ikan ini menjadi ganas dan menyerang manusia,” Wade menjelaskan.
Dalam penelitiannya, Jeremy Wade juga berhasil menangkap seekor ikan lele pemangsa daging manusia dengan ukuran 1,8 meter dan berat berkisar 73 kilogram. Menurut Wade jika ikan dengan ukuran sebesar itu ketika menyerang manusia di dalam air, maka sedikit sekali kemungkinan korbannya untuk menyelamatkan diri. Wade lalu menamakan ikan lele raksasa itu dengan nama Goonch Fish.
Perjalanan penelitian Jeremy Wade saat menyelidiki ikan lele pemakan manusia di Sungai Kali Dakali telah di dokumentasikan dan akan ditayangkan perdana pada tanggal 21 Oktober nanti di salah satu stasiun televisi Inggris (Channel 5) dengan judul “Monster Air Pemakan Daging Manusia”.
Pemangsa dari Huadu’s Furong
Bukan hanya di Sungai Mekong saja terdapat jenis ikan lele raksasa. Baru-baru ini di Waduk Huadu’s Furong-China, terjadi kegemparan. Selama ini, dalam setahun selalu saja terjadi beberapa kasus orang tenggelam dan hilang secara misterius di waduk itu.
Namun akhirnya misteri itu terjawab sudah. Penduduk setempat berhasil menangkap seekor ikan lele raksasa yang ukuran panjang badannya mencapai 3 meter dan lebar kepala berkisar 1 meter. Gilanya lagi, ketika masyarakat membelah perut ikan itu, mereka menemukan “sisa-sisa” seorang lelaki di dalam tubuh ikan itu..
Namun karena pemerintah lokal khawatir insiden ini akan berdampak pada kepariwisataan daerah itu, mereka berusaha keras agar peristiwa itu tidak terpublikasi secara luas. Tapi beberapa turis sempat datang dan mengabadikan gambar ikan lele pemangsa manusia dengan ponsel mereka.
Beberapa kalangan beranggapan ikan ini adalah ikan jenis Waking Catfish atau clarius batrachus (ikan lele berjalan). Namun belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana mungkin ikan lele yang berukuran centimeter bisa menjadi begitu besar.
Saat ini masyarakat lokal maupun turis asing tidak diperbolehkan berenang di Waduk Huadu’s Furong. Orang banyak memperkirakan masih ada ikan sejenis yang hidup di waduk itu, siap memangsa orang yang berenang di situ.
Raksasa Sungai Mekong
Sungai Mekong yang merupakan salah satu sungai utama di dunia banyak menyimpan berbagai jenis ikan-ikan raksasa. Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang ke-12 di dunia, dan ke-10 terbesar dalam volume (melepas 475km³ air setiap tahunnya), dia mengisi wilayah seluas 795.000 km² dari Tibet dia mengalir melalui China provinsi Yunnan, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Semua kecuali China dan Myanmar masuk kedalam Komisi Sungai Mekong. Karena variasi musim yang sangat berbeda dalam aliran dan adanya “rapid” dan air terjun membuat navigasi sangat sulit.
Menurut para peneliti, sungai ini adalah rumah dari berbagai jenis ikan raksasa air tawar. Yang paling terkenal adalah Mekong Giant Cat Fish. Jenis ikan lele raksasa ini memang hidup disepanjang aliran Sungai Mekong yang melintasi beberapa negara di Asia tersebut.
Pada tahun 2005, seorang nelayan Muangthai menangkap ikan lele raksasa sebesar beruang Grizzly di Sungai Mekong. Ukuran ikan ini berkisar 2,7 Meter dengan berat mencapai 646 pon.
Memang penangkapan ikan lele berukuran raksasa di Sungai Mekong bukanlah hal yang aneh. Sudah berulang kali nelayan setempat mendapatkan ikan lele berukuran raksasa di sungai itu. Namun sepertinya belum ada yang menyamai ukuran ikan lele yang ditangkap nelayan Muangthai tersebut.
Bukan Pemangsa
Berbeda dengan kasus di Sungai Kali di Nepal dan Waduk Huadu’s Forung di China, tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa ikan lele raksasa di Sungai Mekong adalah pemangsa manusia.
IUCN (International Union for Conservation of Nature), sebuah badan dunia yang bergerak di bidang konservasi sumberdaya alam telah menyimpan dan memasukkan data keberadaan ikan lele raksasa dari Sungai Mekong sebagai jenis satwa air yang langka dan menuju kepunahan. Jenis ikan lele raksasa ini, juga telah menarik perhatian WWF (Worl Wildlife Fund) dan National Geografic Society. Kedua organisasi ini sedang bersama-sama menyusun rencana perlindungan terhadap jenis ikan itu.
Memang menakutkan jika kita membayangkan keberadaan raksasa-raksasa air tawar pemangsa daging manusia tersebut. Kita sekarang tentu akan menjadi was-was jika berenang di sungai maupun danau air tawar. Namun pertanyaannya adalah bagaimana mereka bisa menjadi kanibal dan doyan makan manusia. Apakah mereka yang mengganggu manusia, atau malah manusia yang mengusik habitat mereka..?
readmore...

08 January 2011

CINTA SEJATI LANGIT DENGAN LAUT


WAV
Dahulukala, langit dan laut saling jatuh cinta. Mereka saling
menyukai di antara satu sama lain. Oleh sebab sangat sukanya laut
terhadap langit, warna laut sama dengan warna langit. Oleh sebab
sangat sukanya langit terhadap laut, warna langit sama denga warna
laut.
Setiap senja datang, si laut dengan lembut sekali membisikkan kata-
kata `Aku Cinta Padamu’ ke telinga langit. Setiap kali langit
mendengar bisikan penuh cinta laut terhadapnya, langit tidak
menjawab apa-apa , hanya tersipu-sipu malu dengan wajah kemerah-
merahan.
Suatu hari, datanglah awan. Melihat kecantikan si langit, awan terus
jatuh hati terhadap langit, bak cinta pandang pertama. Tetapi tentu
sahaja langit hanya setia mencintai laut. Setiap hari, langit hanya
mahu melihat laut sahaja. Awan berasa sedih tetapi ia tidak berputus
asa mencari cara dan akhirnya mendapat satu akal. Awan mengembangkan
dirinya seluas dan sebesar mungkin serta menyusup ke tengah-tengah
di antara langit dan laut. Ia berusaha menghalangi pandangan langit
dan laut terhadap satu sama lain.
Laut berasa marah kerana tidak dapat melihat langit. Laut
mengeluarkan gelombangnya bagi mengusir awan yang mengganggu
pandangannya. Tetapi tentu sekali usahanya tidak berhasil. Lalu
datanglah angin yang sejak dulu mengetahui hubungan cinta langit dan
laut. Angin berasakan perlu membantu langit dan laut menyingkirkan
awan yang mengganggu perhubungan mereka yang sekian lama terjalin.
Dengan tiupan keras dan kuat, angin meniup awan. Lantas terpecah-
pecahlah awan menjadi berselerak ke banyak bahagian, sehingga ia
tidak berupaya lagi melihat langit dengan jelas dan tidak mampu lagi
untuk mengungkapkan perasaannya terhadap langit. Kerana rasa
terseksa menanggung perasaan cinta yang menggunung tinggi terhadap
langit, awan menangis sedih.
Hingga sekarang, kasih antara langit dan laut tidak dapat
dipisahkan. Kita juga dapat melihat di mana mereka menjalin kasih.
Setiap kali memandang ke hujung laut, di mana ada garisan horizon
yang menemukan langit dan laut, di situlah mereka sedang berpacaran.
readmore...